Bangkit Negriku, Harapan Itu Masih Ada
Oleh : Nuzul huda
Aku masih di sini
Kau juga masih di sini
Kita semua masih di sini
Jangan kemana-mana
Rangkul dan peluk ibu pertiwimu dengan kau punya cita.
Ingatlah, kita hanya mengisi
Tapi perjuangan masih panjang
Negri ini sedang terpuruk begitu dalam
Hingga tak tampak sinar kejayaannya
Oh…….begitu bodohkah kita?
Sang Saka berkibar begitu gagah
Ia telah menelan banyak darah untuk dikorbankan
Pertempuran 10 November, Bandung Lautan Api
Medan Area, Serangan Umum 1 Maret
Lupakah perjuangan pahlawanmu duhai generasi muda?
Mereka kini telah lama terbaring
Menanti, hanya bisa menanti
Kapan negri ini bisa bangkit kembali
Akankah pengorbanan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir harus terhenti ketika Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita telah merdeka?
Pikirkanlah, Pertiwi sudah cukup lama tertindas
Lalu apa sekarang?
Negara terkorup nomor wahid di dunia
Kebodohan merajalela
Kemaksiatan diagung-agungkan
Kemiskinan kini tengah merata
inikah bentuk prestasi yang disandang negriku?
Oh……Tuhan marah
Ia hempaskan tsunami di Aceh
Ia porak-porandakan Yogya dengan gempa
Pertiwiku lagi-lagi menangis
Tak bersyukurkah kita dengan kemerdekaan ini?
Begitu banyak yang terjadi dalam kurun waktu 63 tahun
Dan kita hanya bisa menatap?
Hanya itukah?
Tidak!
Bangkit, bangkit Indonesiaku
Kita masih punya harapan
Siapa bilang kita ini bangsa bodoh?
Siapa bilang kita ini bangsa miskin?
Lihatlah, kita ini kaya
Kaya akan sumberdaya
Kaya akan ahklak
Walau hanya segelintir orang yang tengah berusaha sungguh
Kita masih punya harapan
Berdiri dan melangkahlah untuk berjuang
Pertiwimu meyediakan banyak wadah
Tempat kau melahirkan karya
Di sini kita berkumpul dengan semangat membara demi negri tercinta
Merasakan kegelisahannya
Renungan malamku panjang
Dia berkata, “Kami sudah beri kami punya jiwa kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaan mu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan”.
Oh……syair Khairil Anwar menusuk aku punya jiwa
Lalu bagaimana dengan mu duhai sahabat?
Ditulis sekaligus dibawakan saat milad PKS yang ke-10
Yah saya bukan siapa-siapa, saya hanya hamba Allah SWt yang diciptakan hanya untuk mengabdi kepada-Nya, untuk beribadah kepada-Nya karena Dunia tempat sementara saja meraih kehidupan yang abadi yaitu Akhirat.....syurga - NYA
Rabu, 25 Maret 2009
Jumat, 27 Februari 2009
Mimpi dan Harapan
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang maha pengasih maha penyayang
Ikhwafillah rahimakumullah
Segala puji hanya milik Allah SWT penggenggam alam semesta ini yang ditangannya berada setiap tarikan nafas kita, apakah hari ini kita bisa menghirup udara kebebasan atau kita telah dipanggil menghadap_Nya, patutlah kita bersyukur seandainya Allah masih memberikan kesempatan hidup untuk kita dan seandainya Allah tidak memberikan kesempatan itu, patutlah kita bertanya.... Siapkah kita untuk menghadapnya? dikarenakan dosa kita telah menggunung tinggi dan sangat sedikit sekali kebaikan yang telah kita lakukan!
Shalawat dan salam kepada nabi junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW, teladan dan idola kita semua, pada setiap perbuatannya, pada setiap lisannya merupakan panutan kita.
Ikhwahfillah yang kucintai karena Allah....
Saudara-saudaraku para muajhid perindu syurga yang tak berhenti untuk berharap
berharap... keberuntunagn selalu meyertai dalam setiap langkahnya
berharap... kebaikan atas dirinya
berharap... orang tua selalu merestui setiap langkah dan perjuangannya
berharap... orang yang disekitarnya tak berhenti mendo'akan dan mencintainya
berharap... kebaikan atas dirinya bermanfaat bagi orang-orang sekitarnya
berharap... Allah SWT bersama setiap langkah dan helaan nafasnya
berharap... dakwah ini dimenangkan Allah SWT
berharap... segala cita-citanya untuk dakwah ini menjadi kenyataan
berharap... Allah SWT memasukan kita kedalam syurganya
Harapan ini adalah harapan besar kita semua wahai mujahid perindu syurga, harapan ini akan menjadi kenyataan bila kita bersungguh-sungguh dalam menapaki perjuangan ini.
Perbedaan antara Mimpi dan impian adalah HARAPAN. Bila kita hanya bermimpi untuk menjadi orang-orang besar tapi kerja nyata tak pernah kita lakukan untuk menuju kearah itu inilah yang disebut mimpi. Maka bila tidak ada kerja nyata yang kita persembahkan maka kita akan menjadi orang yang bermimpi, tinggi angan-angan tanpa melakukan usaha, bersiaplah untuk menjadi para pecundang. Sebaliknya cita-cita atau impian yang dipersembahkan dengan kerja nyata maka itulah harapan, yang berani untuk mengambil sikap dan segala bentuk resiko maka untuk itu penuhilah impian dan harapan kiat untuk satu kata sungguh HARAPAN ITU MASIH ADA.
Maka segera ambil sikap, segera berikan kerja nyata untuk memenuhi harapn itu, jangan kita berhenti untuk memenuhi harapan-harapan umat, sonsonglah harapan untuk kita selalu punya impian, sonsonglah harapn untuk kita saling berbuat menunaikan cita-cita, sonsonglah harapan untuk kita selalu berbuat kebaikan, sonsonglah harapn untuk kita senantiasa berempati kepada saudara kita, sonsonglah harapan untuk cita-cita yang ada digenggaman.
Sungguh harapan itu akan terwujud bila kita bersandar...
Allah ghoyatuna
Rasulullah Qudwatuna
Al Qur'an Dusturuna
Al Jihadu Sabiluna
Al Mautu fii Sabilillah Asma ama nina
Mari bangkit, penuhi harapan, genggam cita-cita yakinlah " Bangkitlah negeriku, Harapan itu masih ada "
Duri, 27 Februari 2009
Cita-cita dan harapan kutuangkan
Dengan nama Allah yang maha pengasih maha penyayang
Ikhwafillah rahimakumullah
Segala puji hanya milik Allah SWT penggenggam alam semesta ini yang ditangannya berada setiap tarikan nafas kita, apakah hari ini kita bisa menghirup udara kebebasan atau kita telah dipanggil menghadap_Nya, patutlah kita bersyukur seandainya Allah masih memberikan kesempatan hidup untuk kita dan seandainya Allah tidak memberikan kesempatan itu, patutlah kita bertanya.... Siapkah kita untuk menghadapnya? dikarenakan dosa kita telah menggunung tinggi dan sangat sedikit sekali kebaikan yang telah kita lakukan!
Shalawat dan salam kepada nabi junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW, teladan dan idola kita semua, pada setiap perbuatannya, pada setiap lisannya merupakan panutan kita.
Ikhwahfillah yang kucintai karena Allah....
Saudara-saudaraku para muajhid perindu syurga yang tak berhenti untuk berharap
berharap... keberuntunagn selalu meyertai dalam setiap langkahnya
berharap... kebaikan atas dirinya
berharap... orang tua selalu merestui setiap langkah dan perjuangannya
berharap... orang yang disekitarnya tak berhenti mendo'akan dan mencintainya
berharap... kebaikan atas dirinya bermanfaat bagi orang-orang sekitarnya
berharap... Allah SWT bersama setiap langkah dan helaan nafasnya
berharap... dakwah ini dimenangkan Allah SWT
berharap... segala cita-citanya untuk dakwah ini menjadi kenyataan
berharap... Allah SWT memasukan kita kedalam syurganya
Harapan ini adalah harapan besar kita semua wahai mujahid perindu syurga, harapan ini akan menjadi kenyataan bila kita bersungguh-sungguh dalam menapaki perjuangan ini.
Perbedaan antara Mimpi dan impian adalah HARAPAN. Bila kita hanya bermimpi untuk menjadi orang-orang besar tapi kerja nyata tak pernah kita lakukan untuk menuju kearah itu inilah yang disebut mimpi. Maka bila tidak ada kerja nyata yang kita persembahkan maka kita akan menjadi orang yang bermimpi, tinggi angan-angan tanpa melakukan usaha, bersiaplah untuk menjadi para pecundang. Sebaliknya cita-cita atau impian yang dipersembahkan dengan kerja nyata maka itulah harapan, yang berani untuk mengambil sikap dan segala bentuk resiko maka untuk itu penuhilah impian dan harapan kiat untuk satu kata sungguh HARAPAN ITU MASIH ADA.
Maka segera ambil sikap, segera berikan kerja nyata untuk memenuhi harapn itu, jangan kita berhenti untuk memenuhi harapan-harapan umat, sonsonglah harapan untuk kita selalu punya impian, sonsonglah harapn untuk kita saling berbuat menunaikan cita-cita, sonsonglah harapan untuk kita selalu berbuat kebaikan, sonsonglah harapn untuk kita senantiasa berempati kepada saudara kita, sonsonglah harapan untuk cita-cita yang ada digenggaman.
Sungguh harapan itu akan terwujud bila kita bersandar...
Allah ghoyatuna
Rasulullah Qudwatuna
Al Qur'an Dusturuna
Al Jihadu Sabiluna
Al Mautu fii Sabilillah Asma ama nina
Mari bangkit, penuhi harapan, genggam cita-cita yakinlah " Bangkitlah negeriku, Harapan itu masih ada "
Duri, 27 Februari 2009
Cita-cita dan harapan kutuangkan
Minggu, 22 Februari 2009
Harapan dan Mimpi
Bisamillahirrahmanirrahim
Ya Allah ....
Masa lalu biarlah berlalu
Bersama bergulirnya waktu
Masa kini.... masa depan
Telah menanti diambang mimpi
Biarlah asa dan mimpi
kan kugapai bersama semilir angin yang syahdu
untuk meraih mimpi mengukir prestasi
masa depan kutatap untuk menggapai kebahagiaan
dalam menyongsong gadis pujaan untuk mimpi dan Ridhi Illaho robbiii
Aminnn
Duri, 23 Feb 2009
Asa dan Mimpi menjadi harapan
Ya Allah ....
Masa lalu biarlah berlalu
Bersama bergulirnya waktu
Masa kini.... masa depan
Telah menanti diambang mimpi
Biarlah asa dan mimpi
kan kugapai bersama semilir angin yang syahdu
untuk meraih mimpi mengukir prestasi
masa depan kutatap untuk menggapai kebahagiaan
dalam menyongsong gadis pujaan untuk mimpi dan Ridhi Illaho robbiii
Aminnn
Duri, 23 Feb 2009
Asa dan Mimpi menjadi harapan
Puisi
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang maha pengasih maha penyayang
Ya Allah....
Temukanlah aku dengan pujaan hatiku
Temukanlah aku dengan belahan jiwaku
Temukanlah aku dengan cintaku
Temukanlah aku dengan dambaan hatiku
Temukanlah aku dengan bidadariku
Ya Allah ....
Sejuta kasih dah do'a kepada Mu
Temukanlah aku dengan Pujaan hatiku, belahan jiwaku,
Cintaku, dambaan hati dan bidadariku
Dalam mahligai Cinta kepada Mu
(terinspirasi dalam buku Kujemput Jodohku karya Fadlan Al Ikhwani )
Dengan nama Allah yang maha pengasih maha penyayang
Ya Allah....
Temukanlah aku dengan pujaan hatiku
Temukanlah aku dengan belahan jiwaku
Temukanlah aku dengan cintaku
Temukanlah aku dengan dambaan hatiku
Temukanlah aku dengan bidadariku
Ya Allah ....
Sejuta kasih dah do'a kepada Mu
Temukanlah aku dengan Pujaan hatiku, belahan jiwaku,
Cintaku, dambaan hati dan bidadariku
Dalam mahligai Cinta kepada Mu
(terinspirasi dalam buku Kujemput Jodohku karya Fadlan Al Ikhwani )
Kamis, 19 Februari 2009
Karakter Anak
Bismillahhirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Menjadi seorang guru tidak pernah terbayangkan oleh saya. Terlintas pun tidak didalam pikiran. Setelah menjalani semua profesi ini seakan memberikan inspirasi bagi saya. Bahwa ini Amanah yang harus saya jalankan secara profesional.
****
Kini sudah 2 tahun saya menggeluti dunia pendidikan, sebagai staf pengajar disebuah sekolah Islam terpadu tempat saya tinggal. Awalnya saya tidak yakin untuk menjalankan profesi ini, karena tidak ada pengalaman untuk mengajar walaupun sebelumnya saya membuka les privat rumah ke rumah tapi dunia sekolah sangat berbeda sekali. Tapi dengan niat karena Allah Ta'ala, saya mencoba untuk menggeluti profesi ini. Hamdallah ternyata Allah SWT memberikan kekuatanNYA kepada saya untuk dapat menjalankan Amanah ini.
****
Dua tahun untuk sebagian orang mungkin waktu yang sebentar, tapi tidak bagi saya 2 tahun itu sangat lama sekali butuh energi yang besar untuk dapat memahami karakter anak didik. Berbagai macam karakter anak selalu hadir dalam mengisi hari-hari selama berada dilingkungan sekolah. Dengan berbagai macam karakter yang menyatu pada mereka, kadang karakter tersebut dapat membuat saya emosi disebabkan karena kenakalan mereka, kadang membuat saya tertawa saat mereka bertingkah diluar kebiasaannya, atau saya bisa bermain dengan mereka, berlari-larian untuk dapat menyelami hati dan persaan mereka atau bahkan bernyanyi bersama mereka dan terkadang mereka juga dapat mebuat saya menangis disebabkan dengan tingkah laku "nakal" mereka.
****
Yah semua itu saya lakoni dengan sabar dan penuh keikhlasan. Sabar untuk memberikan nasehat kepada mereka, sabar dalam menghadapai segala pola tingkah laku mereka dan ikhlas dalam memberikan ilmu untuk masa depannya.
****
Satu hal yang saya yakini banyak hal yang baru yang dapat diambil setiap hari pada saat saya disekolah. Saya sangat bersyukur bisa berada dilingkungan anak-anak yang bertingkah dan bermain sesuai dengan usianya. Walaupaun ada ejekan dan perkelahian sesama mereka, tapi mereka bisa saling bermaafan dan melupakan apa yang terjadi bahkan tidak ada dendam diantara mereka. Seharusnya kita selaku orang tua bisa belajar dari mereka.
****
Satu hal yang harus kita pahami, anak ini akan berada pada zamannya, bukan berada pada zaman kita atau zaman orang tuanya. Mereka akan bertahan dengan kemampuan dan potensi yang mereka miliki, bukan atas kemampuan orang tuanya.
****
Saya juga tidak ingin - bahkan kita semua - menjadi ayah ( jika kelak saya menjadi seorang ayah ) yang bersikap tidak adil bagi anak-anak saya. Biarkanlah ia menjadi dirinya sendiri tanpa harus dibayang-bayangi oleh orang tuanya, biarkanlah dia berpijak dikakinya sendiri tanpa harus menumpu kepada orang lain yang mampu bertahan dalam menghadapi keganasan zamannya.
****
Ditulis : Di kelas IV E
SD IT MUTIARA
Tanggal : 20 Feb 2009
Pukul : 08.15 Wib
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Menjadi seorang guru tidak pernah terbayangkan oleh saya. Terlintas pun tidak didalam pikiran. Setelah menjalani semua profesi ini seakan memberikan inspirasi bagi saya. Bahwa ini Amanah yang harus saya jalankan secara profesional.
****
Kini sudah 2 tahun saya menggeluti dunia pendidikan, sebagai staf pengajar disebuah sekolah Islam terpadu tempat saya tinggal. Awalnya saya tidak yakin untuk menjalankan profesi ini, karena tidak ada pengalaman untuk mengajar walaupun sebelumnya saya membuka les privat rumah ke rumah tapi dunia sekolah sangat berbeda sekali. Tapi dengan niat karena Allah Ta'ala, saya mencoba untuk menggeluti profesi ini. Hamdallah ternyata Allah SWT memberikan kekuatanNYA kepada saya untuk dapat menjalankan Amanah ini.
****
Dua tahun untuk sebagian orang mungkin waktu yang sebentar, tapi tidak bagi saya 2 tahun itu sangat lama sekali butuh energi yang besar untuk dapat memahami karakter anak didik. Berbagai macam karakter anak selalu hadir dalam mengisi hari-hari selama berada dilingkungan sekolah. Dengan berbagai macam karakter yang menyatu pada mereka, kadang karakter tersebut dapat membuat saya emosi disebabkan karena kenakalan mereka, kadang membuat saya tertawa saat mereka bertingkah diluar kebiasaannya, atau saya bisa bermain dengan mereka, berlari-larian untuk dapat menyelami hati dan persaan mereka atau bahkan bernyanyi bersama mereka dan terkadang mereka juga dapat mebuat saya menangis disebabkan dengan tingkah laku "nakal" mereka.
****
Yah semua itu saya lakoni dengan sabar dan penuh keikhlasan. Sabar untuk memberikan nasehat kepada mereka, sabar dalam menghadapai segala pola tingkah laku mereka dan ikhlas dalam memberikan ilmu untuk masa depannya.
****
Satu hal yang saya yakini banyak hal yang baru yang dapat diambil setiap hari pada saat saya disekolah. Saya sangat bersyukur bisa berada dilingkungan anak-anak yang bertingkah dan bermain sesuai dengan usianya. Walaupaun ada ejekan dan perkelahian sesama mereka, tapi mereka bisa saling bermaafan dan melupakan apa yang terjadi bahkan tidak ada dendam diantara mereka. Seharusnya kita selaku orang tua bisa belajar dari mereka.
****
Satu hal yang harus kita pahami, anak ini akan berada pada zamannya, bukan berada pada zaman kita atau zaman orang tuanya. Mereka akan bertahan dengan kemampuan dan potensi yang mereka miliki, bukan atas kemampuan orang tuanya.
****
Saya juga tidak ingin - bahkan kita semua - menjadi ayah ( jika kelak saya menjadi seorang ayah ) yang bersikap tidak adil bagi anak-anak saya. Biarkanlah ia menjadi dirinya sendiri tanpa harus dibayang-bayangi oleh orang tuanya, biarkanlah dia berpijak dikakinya sendiri tanpa harus menumpu kepada orang lain yang mampu bertahan dalam menghadapi keganasan zamannya.
****
Ditulis : Di kelas IV E
SD IT MUTIARA
Tanggal : 20 Feb 2009
Pukul : 08.15 Wib
Kamis, 08 Januari 2009
Sevice exellent
Bismillahirrahmanirrahim
Mari awali setiap kerjaan kita dengan Basmallah semoga keberkahan senantiasa dilimpahkan kepada saya, para pembaca yang senantiasa bisa mengakses blog saya ini semoga apa yang saya tuangkan menjadi inspirasi buat kita semua untuk berkarya dan kerja nyata bagi kita, keluarga bangsa dan agama ini.
*****
3 januari 2009, Sabtu hari yang menajdi sangat berati buat saya secara pribadi karena hari itu adalah sebuah titik awal untuk menjadi yang terbaik dan menjadi guru yang profesional yaitu menjadi guru yang memberikan pelayanan prima kepada customer yang menjadi penikmat dari apa yang saya kerjakan yatitu anak didik, orang tua, rekan sejawat dan karyawan.
.....
Service mungkin kita mengecilkan kata ini tapi sesungguhnya makna yang terkandung didalam sangat besar sekali..... apa yang terkandung dalam setiap katanya sangat berarti bagi para pelanggan....
Setelah saya mengikuti pelatihan ini, saya terbayang apa yang telah saya lakukan untuk anak didik saya? Apa yang telah mereka dapatkan terhadap yang telah dilakukan? Apakah harapan mereka telah saya penuhi? atau bahkan menjadi momok yang menakutkan bagi mereka karena harpan tidaksesuai dengan kenyataan yang mereka dapatkan?
Wahai para guru, mari bersama kita bermenung sejenak, memikirkan apa yang telah kita perbuat untuk anak didik kita! apakah kita telah memberikan yang terbaik buat anakdidik kita? atau kita hanya melepaskan tugas dan kewajiban kita saja. Sedangkan aspek yang paling penting didlamanya kita abaikan bahkan mungkin kita lupakan? mari kita renungkan
*****
Untuk anak didikku yang telah Bapak mengajar kamu semua. Maafkan BApak, bila yang bapak berikan tidak sesua dengan harapanmu, maafkan bapak bila yang bapak suguhkan tidak sesuai dengan yang engkau bayangkan, maafkan bapak bila yang engkau inginkan tidak sesua dengan kenyataan. Mungkin itulah bapak nak... sekali lagimaafkan bapak ya nak... Do'akan bapak semoga bapak menjadi guru yang sesuai dengan harapanmu, doa;kan bapak semoga bapak menjadi apa yang kamu inginkan, do'akan bapak semoga bapak menjadi harapan mu.. panjatkan do'a ini disetiat shalatmu, semoga bapak bisa memberikan yang terbaik buat kmu semuanya Amiiinnnnnnnnnnnn
Mari awali setiap kerjaan kita dengan Basmallah semoga keberkahan senantiasa dilimpahkan kepada saya, para pembaca yang senantiasa bisa mengakses blog saya ini semoga apa yang saya tuangkan menjadi inspirasi buat kita semua untuk berkarya dan kerja nyata bagi kita, keluarga bangsa dan agama ini.
*****
3 januari 2009, Sabtu hari yang menajdi sangat berati buat saya secara pribadi karena hari itu adalah sebuah titik awal untuk menjadi yang terbaik dan menjadi guru yang profesional yaitu menjadi guru yang memberikan pelayanan prima kepada customer yang menjadi penikmat dari apa yang saya kerjakan yatitu anak didik, orang tua, rekan sejawat dan karyawan.
.....
Service mungkin kita mengecilkan kata ini tapi sesungguhnya makna yang terkandung didalam sangat besar sekali..... apa yang terkandung dalam setiap katanya sangat berarti bagi para pelanggan....
Setelah saya mengikuti pelatihan ini, saya terbayang apa yang telah saya lakukan untuk anak didik saya? Apa yang telah mereka dapatkan terhadap yang telah dilakukan? Apakah harapan mereka telah saya penuhi? atau bahkan menjadi momok yang menakutkan bagi mereka karena harpan tidaksesuai dengan kenyataan yang mereka dapatkan?
Wahai para guru, mari bersama kita bermenung sejenak, memikirkan apa yang telah kita perbuat untuk anak didik kita! apakah kita telah memberikan yang terbaik buat anakdidik kita? atau kita hanya melepaskan tugas dan kewajiban kita saja. Sedangkan aspek yang paling penting didlamanya kita abaikan bahkan mungkin kita lupakan? mari kita renungkan
*****
Untuk anak didikku yang telah Bapak mengajar kamu semua. Maafkan BApak, bila yang bapak berikan tidak sesua dengan harapanmu, maafkan bapak bila yang bapak suguhkan tidak sesuai dengan yang engkau bayangkan, maafkan bapak bila yang engkau inginkan tidak sesua dengan kenyataan. Mungkin itulah bapak nak... sekali lagimaafkan bapak ya nak... Do'akan bapak semoga bapak menjadi guru yang sesuai dengan harapanmu, doa;kan bapak semoga bapak menjadi apa yang kamu inginkan, do'akan bapak semoga bapak menjadi harapan mu.. panjatkan do'a ini disetiat shalatmu, semoga bapak bisa memberikan yang terbaik buat kmu semuanya Amiiinnnnnnnnnnnn
Sabtu, 20 Desember 2008
Ungkapan cinta untukmu ibu
Kasih ibu.....
Kepada beta... tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagaikan sang surya, Menyinari dunia....
Lagu inilah yang menjadi inspirasi saya untuk menulis artikel ini semoga bermanfaat buat kita semua.
Yah itulah salah satu syair lagu yang sering kita dengar pada saat kita masih anak-anak.
sebuah syair yang yang sering kita dengar dan kita nyanyikan pada saat kita duduk dibangku sekolah TK ataupun bangku Sekolah Dasar, Lagu ini sering kita nyayikan saat mata pelajaran kesenian. Dengan semangat dan penuh penghayatan kita menyayikan lagu ini.......
Itu saat kita masih kecil... Kini kita sudah dewasa, bahkan untuk menyayikan lagu ini kita enggan.... atau sekedar membayangkan bagaimana saat kita kecil menyanyikan lagu ini. Orang tua kita menceritakan bahwa kita sangat senang lagu ini.
Hingga orang tua kita berkata.... Wah nduk suaramu merdu sekali, dan lagunya juga sangat indah? lalu, dengan polosnyo kita menjawab " iya mbok, lagu ini kesukaan dedek... akukan sayang si mbok, makanya dedek sering nyayikan lagu ini ". Dengan penuh haru si mbok mendengarkan perkataan dan pengakuan kita yang masih anak-anak.
******
Sebuah syair yang sengaja diperuntukan kepada kaum wanita yaitu ibu....
Sehingga pada zaman rasullah ada seorang sahabat yang bertanya, Siapakah yang harus saya hormati? tanya sahabat. Lalu Rasulullah menjawab "Ibumu". Siapa lagi? Tanya sahabat, " Ibumu ". jawab rasulullah, Siapa lagi ya rasulullah tanya sahabat untuk yyang ketiga kalinya, Rasulullah tetap menjawab " Ibumu'. lalu sipa lagi ya Rasulullah? Baru untuk yang ke empat kali rasulullah menjawab " Bapakmu " .
Secara matematis kita bisa melihat vahwa perbandingannya adalah 3 ; 1, pantaslah rasulullah memberika penghormatan yang luar biasa terhadap seorang wanita yang bernama ibu. Dimana pada saat kita berada dalam kandungan 9 bulan 10 hari lamanya, ibu membawa kita kemana-mana, saat kekamar mandi, saat makan, saat tidur pun ibu tidak pernah mengeluh. KIta bisa bayangkan bagaiman letihnya ibu kita. saat ibu istirahat malam pun kita masih menggaanggunya tapi ibu tidak pernah mengeluh.
saat kita lahir pun kedunia ini, ibu masih memperhatikan kita ... tak dibiarkan seekor nyamuk untuk menggigit kita, kita hisap terus air susunya sampai kita berusia 2 tahun. Dengan Iklhas dah kesabaran seorang ibu, kita diasuh dan didiknya dengan penuh kasih dan seribu rasa cinta, ibu tidak pernah minta ganti rugu atas semua itu.
pantaslah Rasulullah mengatakan, sesungguhnya syurga itu dibawah telapa kaki ibu.
Tapi kini kita telah dewasa bahkan kita mungkin sekarang sudah berkeluarga. Sehingga kita bisa merasakan bagaimana menjadi seorang ibu!.
Pernah tidak terucap oleh bibir kita .... Ibu terimakasih atas didikanmu selama ini, dalam membesarkan nanda? hanya hati kita yang mampu menjawab pertanyaan ini.
*****
Ibu hanya untai do'a yang mampu kami berikan semoga apa yang engkau lakukan senantiasa dibalas oleh Allah SWT dengan ganjaran yang setimpal Amiinnnn
Ibu......
Setiap setiap kasih dan cintamu adalh sepanjang masa
Setiap perkataanmu bagaikan setetes embun penyejuk jiwa
Setiap senyumanmu bagaikan sang surya yang menyinari dunia
Setiap sentuhanmu adalah penenang jiwa
ibu.....
Cinta....
Kasih....
dan sayangmu takkan pernah kulupakan....
Anakmu hanya mampu menucapkan terimaksih atas semua kasih dan cintamu dan selamat hari ibu... kepada semua ibu yang ada didunia.
Ummi, Ibu, Bunda, Emak, Mbok, Amak, Inanga amak dan Mom....
Engkaulah pahlawanku.... Semoga Allah SWT melindungi dan memberi rahmat atas mu
Kepada beta... tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagaikan sang surya, Menyinari dunia....
Lagu inilah yang menjadi inspirasi saya untuk menulis artikel ini semoga bermanfaat buat kita semua.
Yah itulah salah satu syair lagu yang sering kita dengar pada saat kita masih anak-anak.
sebuah syair yang yang sering kita dengar dan kita nyanyikan pada saat kita duduk dibangku sekolah TK ataupun bangku Sekolah Dasar, Lagu ini sering kita nyayikan saat mata pelajaran kesenian. Dengan semangat dan penuh penghayatan kita menyayikan lagu ini.......
Itu saat kita masih kecil... Kini kita sudah dewasa, bahkan untuk menyayikan lagu ini kita enggan.... atau sekedar membayangkan bagaimana saat kita kecil menyanyikan lagu ini. Orang tua kita menceritakan bahwa kita sangat senang lagu ini.
Hingga orang tua kita berkata.... Wah nduk suaramu merdu sekali, dan lagunya juga sangat indah? lalu, dengan polosnyo kita menjawab " iya mbok, lagu ini kesukaan dedek... akukan sayang si mbok, makanya dedek sering nyayikan lagu ini ". Dengan penuh haru si mbok mendengarkan perkataan dan pengakuan kita yang masih anak-anak.
******
Sebuah syair yang sengaja diperuntukan kepada kaum wanita yaitu ibu....
Sehingga pada zaman rasullah ada seorang sahabat yang bertanya, Siapakah yang harus saya hormati? tanya sahabat. Lalu Rasulullah menjawab "Ibumu". Siapa lagi? Tanya sahabat, " Ibumu ". jawab rasulullah, Siapa lagi ya rasulullah tanya sahabat untuk yyang ketiga kalinya, Rasulullah tetap menjawab " Ibumu'. lalu sipa lagi ya Rasulullah? Baru untuk yang ke empat kali rasulullah menjawab " Bapakmu " .
Secara matematis kita bisa melihat vahwa perbandingannya adalah 3 ; 1, pantaslah rasulullah memberika penghormatan yang luar biasa terhadap seorang wanita yang bernama ibu. Dimana pada saat kita berada dalam kandungan 9 bulan 10 hari lamanya, ibu membawa kita kemana-mana, saat kekamar mandi, saat makan, saat tidur pun ibu tidak pernah mengeluh. KIta bisa bayangkan bagaiman letihnya ibu kita. saat ibu istirahat malam pun kita masih menggaanggunya tapi ibu tidak pernah mengeluh.
saat kita lahir pun kedunia ini, ibu masih memperhatikan kita ... tak dibiarkan seekor nyamuk untuk menggigit kita, kita hisap terus air susunya sampai kita berusia 2 tahun. Dengan Iklhas dah kesabaran seorang ibu, kita diasuh dan didiknya dengan penuh kasih dan seribu rasa cinta, ibu tidak pernah minta ganti rugu atas semua itu.
pantaslah Rasulullah mengatakan, sesungguhnya syurga itu dibawah telapa kaki ibu.
Tapi kini kita telah dewasa bahkan kita mungkin sekarang sudah berkeluarga. Sehingga kita bisa merasakan bagaimana menjadi seorang ibu!.
Pernah tidak terucap oleh bibir kita .... Ibu terimakasih atas didikanmu selama ini, dalam membesarkan nanda? hanya hati kita yang mampu menjawab pertanyaan ini.
*****
Ibu hanya untai do'a yang mampu kami berikan semoga apa yang engkau lakukan senantiasa dibalas oleh Allah SWT dengan ganjaran yang setimpal Amiinnnn
Ibu......
Setiap setiap kasih dan cintamu adalh sepanjang masa
Setiap perkataanmu bagaikan setetes embun penyejuk jiwa
Setiap senyumanmu bagaikan sang surya yang menyinari dunia
Setiap sentuhanmu adalah penenang jiwa
ibu.....
Cinta....
Kasih....
dan sayangmu takkan pernah kulupakan....
Anakmu hanya mampu menucapkan terimaksih atas semua kasih dan cintamu dan selamat hari ibu... kepada semua ibu yang ada didunia.
Ummi, Ibu, Bunda, Emak, Mbok, Amak, Inanga amak dan Mom....
Engkaulah pahlawanku.... Semoga Allah SWT melindungi dan memberi rahmat atas mu
Langganan:
Postingan (Atom)