Rabu, 25 November 2009

TOREHAN HATI

Perjuangan masih panjang...mempersiapkan anak didik yang siap bersaing di pasar global menjadi sebuah tantangan....mempersiapkan akhlaknya yang baik menjadi sebuah ladang dakwah yang sangat ekstra....biarlah ku ikhlaskan semuanya demi melihat senyum ibu pertiwi....demi melihat negara ini dipimpin oleh anak negeri yang berbudi....cermin peradaban yang dinanti...aku yakin dengan keikhlasan Allah SWt akan meridhoi apa yang aku cita-citakan....biarlah peradaban ini dipimpin oleh generasi penerus harapan negeri yang berbudi pekerda dan berakhlas islami....satu yang kuyakini janji Allah SWT itu pasti....hanya tinggal untuk menunggu hari-hari yang menjadi bukti dari janji_Nya...

Jumat, 13 November 2009

SURAT UNTUK BUNDA

Duri, 13 November 2009

Dear,
my lovely
Bunda
In the Syurga


Pa kabar Bunda disana?
sehat selalu buka! Bunda kuberanikan menulis surat ini untuk mu, entah kemana hendak dikirimkan....aku tak tahu..mudah-mudahan malaikat akan menyampaikan surat ini kepada mu.

Pa kabar bunda disana?
Sehat selalu bukan!
Saya harap begitu hendaknya! Bunda sudah hampir 4 bula engkau meninggalkan kami untuk memenuhi panggilan sang khalik, untuk berjumpa dengan kekasihmu Allah SWT dan Muhammad SAW. Gimana Engkau disana? bahagian kah bunda...
Bunda rindu ini kepadamu begitu besar...aku masih tergiang akan panggilanmu...maih tergiang akan ucapan lembutmu...makin terasa tangan mu membelai lembut wajahku.... semuanya masih terasa begitu dalam.

Pa kabar bunda disana?
sehat Selalu bukan!
Bunda nasehatmu akan kujalankan...nasehatmu akan kuingat selalu..bahkan aku masih menjalankan semua aktivitas kegiatanmu bersama-sama temanmu semasa engkau masih ada....wirid, arisan dan yasinan..maaf \kan aku bunda kadang aku ga sempat menghadiri itu semua, karena kesibukan akan kerja dan kuliah....

Pa kabar bunda disana?
Sehat selalu bukan!
Bunda maafkan anakmu ini, kadang disetiap do'aku, kadang aku alpa untuk mendo'akan dirimu, tapi itu semua tidak mengecilkan arti ketidakberadaanmu, engkau tetap ada dalam hatiku...engkau tetap ada dalam jiwaku....Do'akan kami disana bunda untuk tetap istiqomah dan kuat dalam menjalankan kehidupan ini.
Agar aku tidak lupa mendo'akanmu


Pa kabar bunda disana?
sehat selalu buka?
sungguh bunda aku rindu padamu
aku cinta padamu
aku sayang padamu
Datanglah engkau dalam mimpiku

Sabtu, 07 November 2009

Ucapan Tulus

Dear my lovely
Dinda, R esi dan Yaya

Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT dan shalawat kepada Rasulullah SAW tauladan kita semua.

Ucapan tulus yang kuterima dari seorang siswa. Bentuknya sederhana saja..serangkai bunga yang dipetik entah dimana lalu dibungkus dengan kertas buku yang putih lalau sedikit diberi hiasan hasil kreativitas yang dilakukan. Bukan kesederhanaan itu yang saya lihat, tapi tulisan yang mereka rangkaikan menjadi kata-kata yang indah. Mereka masih duduk dikelas III SD, ungkapan yang tulus yang datang dari hati mereka membuat saya terenyuh saat membacanya. :" mr beny terimakasih kami ucapkan yang telah mengajari kami dengan tulus dan ikhlas dan penuh kesadaran".

Kata-kata itu sedkit membuat ku bertanya,Apakah aku sudah ikhlas dalam memberikan mereka ilmu? apakah saya sudah tulus dalam menyampaikan ilmu? apakah saya sudah sabar melihat tingkah laku mereka? yah yang tahu jawabannya hanya saya.
Nanda terimakasih atas hadiahnya, terimakasih atas untain katanya. Mudah-mudahan bapak lebih sabar dalam menghadapi kamu semua, mudah-mudahan bapak tulus dan ikhlas dalam menyampaikan setiap materi pelajaran. Sehingga engkau juga menerimanya denga tulus dan ikhlas, bapak yakin dengan ketulusan hatimu dan kesederhaan kata-katamu akan menjadi semangat bagi bapak untuk berkarya lebih baik lagi diakan datang. Do'akan bapak selalu ya nak...

Kamis, 29 Oktober 2009

Ayat

"dan kami jadikan siang dan malam sebagai dua tanda (KebesaranKami ), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda siang itu terangbenderang, agar kamu dapat mencari karunia dari Tuhan -mu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu dan segala sesuatutelah Kami terangkan dengan jelas" ( Al Isra : 12 )

Jumat, 11 September 2009

Ya Akhi... ya Ukhti
Sadarkah kita sedikit waktu kan terlampui
Setik bergabti .... angin berhembus...
meninggalkan berbagai cerita dan cita.
noda dan nada, bening dan suram, asa dan do'a
yang akan terus berpacu bersama waktu yang tak kenal asa
baik disaat sedih maupun duka, disaat senang maupun suka
Kelamnya kehidupan dengan hati yang ternoda,
Mari kita sucikan dengan cara memafkan dan ampunan ilahi robbi...
Semoga dengan nikmat kebersamaan, akan bertambah nikmat iman dan islam
dalam sanubari kita.

Ditulis dari : Bait untaian kata seorang sahabat
Duri, 21 Agustus 2009

Impian Dan Cita

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia
maka berwudhu'lah
ketika tangan ini letih menggapai cita-cita
maka bertakbirlah
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah
Maka bersujudlah
Janganlah menyerah karena lelah
Biarkanlah Allah SWT mengajarmu sampai lelah
Ikhlaskanlah semuanya dan mendekatlah pada_NYA
Agar tunduk disaat yang lain angkuh
Agar tetap teguh disaat yang lain runtuh
Agar tetap tegar disaat yang lain terlempar
Semoga kita menjadi hamba yang selalu istiqomah dalam dakwah.

Ditulis dari : Sentuhan SMS dari seorang Guru
Duri, 11 September 2009

Sabtu, 20 Juni 2009

KEJUJURAN

Pada 20 Juni 2009 22:05, rika sukmana menulis:

Dimanakah Kejujuran??

Ujian Nasional telah selesai dilaksanakan
hasilnya pun telah diumumkan
Berita mengatakan
bahwa tahun ini terjadi kenaikan kelulusan

Ya...karena ketidakjujuran
telah menjadi gerakan massal di hampir seluruh sekolahan
demi menaikkan presentasi kelulusan
demi mentaati perintah atasan
demikian

Apakah guru yang selalu harus disalahkan??
apakah murid yang juga harus disalahkan??
pada siapa sebenarnya kesalahan kita tumpahkan??
Tidakkah kita buka hati, mata dan pikiran
karena apa sebenarnya terjadi kenaikan??

Lihatlah anak-anak kita yang mempertahankan prinsip kejujuran
mereka menangis karena tidak lulus ujian
meski kunci jawaban sudah ditangan
mereka tak mau gunakan

Lalu mereka ditinggalkan oleh guru dan teman-teman
seharusnyalah mereka tak ditinggalkan
semestinya mereka dirangkul dan diberi dorongan
bahwa apa yang mereka yakini selayaknya dipertahankan

Lantas apa yang tersisa dari jeritan, tawa dan tangisan?
kejujuran menjadi sesuatu yang langka di tengah-tengah kekacauan
ia terbang bersama tiupan angin terombang-ambing dalam kegalauan
masihkah...
dimanakah...
kejujuran... ???

:-( maaf, jika curahan hati ini tak berkenan...)

Dikutip dari yahoogroups klubguruindonesia