Sabtu, 07 November 2009

Ucapan Tulus

Dear my lovely
Dinda, R esi dan Yaya

Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT dan shalawat kepada Rasulullah SAW tauladan kita semua.

Ucapan tulus yang kuterima dari seorang siswa. Bentuknya sederhana saja..serangkai bunga yang dipetik entah dimana lalu dibungkus dengan kertas buku yang putih lalau sedikit diberi hiasan hasil kreativitas yang dilakukan. Bukan kesederhanaan itu yang saya lihat, tapi tulisan yang mereka rangkaikan menjadi kata-kata yang indah. Mereka masih duduk dikelas III SD, ungkapan yang tulus yang datang dari hati mereka membuat saya terenyuh saat membacanya. :" mr beny terimakasih kami ucapkan yang telah mengajari kami dengan tulus dan ikhlas dan penuh kesadaran".

Kata-kata itu sedkit membuat ku bertanya,Apakah aku sudah ikhlas dalam memberikan mereka ilmu? apakah saya sudah tulus dalam menyampaikan ilmu? apakah saya sudah sabar melihat tingkah laku mereka? yah yang tahu jawabannya hanya saya.
Nanda terimakasih atas hadiahnya, terimakasih atas untain katanya. Mudah-mudahan bapak lebih sabar dalam menghadapi kamu semua, mudah-mudahan bapak tulus dan ikhlas dalam menyampaikan setiap materi pelajaran. Sehingga engkau juga menerimanya denga tulus dan ikhlas, bapak yakin dengan ketulusan hatimu dan kesederhaan kata-katamu akan menjadi semangat bagi bapak untuk berkarya lebih baik lagi diakan datang. Do'akan bapak selalu ya nak...

Kamis, 29 Oktober 2009

Ayat

"dan kami jadikan siang dan malam sebagai dua tanda (KebesaranKami ), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda siang itu terangbenderang, agar kamu dapat mencari karunia dari Tuhan -mu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu dan segala sesuatutelah Kami terangkan dengan jelas" ( Al Isra : 12 )

Jumat, 11 September 2009

Ya Akhi... ya Ukhti
Sadarkah kita sedikit waktu kan terlampui
Setik bergabti .... angin berhembus...
meninggalkan berbagai cerita dan cita.
noda dan nada, bening dan suram, asa dan do'a
yang akan terus berpacu bersama waktu yang tak kenal asa
baik disaat sedih maupun duka, disaat senang maupun suka
Kelamnya kehidupan dengan hati yang ternoda,
Mari kita sucikan dengan cara memafkan dan ampunan ilahi robbi...
Semoga dengan nikmat kebersamaan, akan bertambah nikmat iman dan islam
dalam sanubari kita.

Ditulis dari : Bait untaian kata seorang sahabat
Duri, 21 Agustus 2009

Impian Dan Cita

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia
maka berwudhu'lah
ketika tangan ini letih menggapai cita-cita
maka bertakbirlah
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah
Maka bersujudlah
Janganlah menyerah karena lelah
Biarkanlah Allah SWT mengajarmu sampai lelah
Ikhlaskanlah semuanya dan mendekatlah pada_NYA
Agar tunduk disaat yang lain angkuh
Agar tetap teguh disaat yang lain runtuh
Agar tetap tegar disaat yang lain terlempar
Semoga kita menjadi hamba yang selalu istiqomah dalam dakwah.

Ditulis dari : Sentuhan SMS dari seorang Guru
Duri, 11 September 2009

Sabtu, 20 Juni 2009

KEJUJURAN

Pada 20 Juni 2009 22:05, rika sukmana menulis:

Dimanakah Kejujuran??

Ujian Nasional telah selesai dilaksanakan
hasilnya pun telah diumumkan
Berita mengatakan
bahwa tahun ini terjadi kenaikan kelulusan

Ya...karena ketidakjujuran
telah menjadi gerakan massal di hampir seluruh sekolahan
demi menaikkan presentasi kelulusan
demi mentaati perintah atasan
demikian

Apakah guru yang selalu harus disalahkan??
apakah murid yang juga harus disalahkan??
pada siapa sebenarnya kesalahan kita tumpahkan??
Tidakkah kita buka hati, mata dan pikiran
karena apa sebenarnya terjadi kenaikan??

Lihatlah anak-anak kita yang mempertahankan prinsip kejujuran
mereka menangis karena tidak lulus ujian
meski kunci jawaban sudah ditangan
mereka tak mau gunakan

Lalu mereka ditinggalkan oleh guru dan teman-teman
seharusnyalah mereka tak ditinggalkan
semestinya mereka dirangkul dan diberi dorongan
bahwa apa yang mereka yakini selayaknya dipertahankan

Lantas apa yang tersisa dari jeritan, tawa dan tangisan?
kejujuran menjadi sesuatu yang langka di tengah-tengah kekacauan
ia terbang bersama tiupan angin terombang-ambing dalam kegalauan
masihkah...
dimanakah...
kejujuran... ???

:-( maaf, jika curahan hati ini tak berkenan...)

Dikutip dari yahoogroups klubguruindonesia

Sabtu, 25 April 2009

Sang Pujangga

Sang Pujangga.....

Rindu Aku Akan Dirimu
Kapan Kita Kan bertemu
Daku Rasa Cita dan Asa mu
Deru Debu Perjalanan Hidup mu

Wahai Pujangga..
Kelana Hidup Ada Ujungnya
Taqwa, Cinta, Setia, Tiada akhirnya,
Tetap Mewaris, Engkau Sdg Mengukirnya..:)

Wassalam
Sahabat n Saudaramu

Rabu, 25 Maret 2009

Puisi

Bangkit Negriku, Harapan Itu Masih Ada
Oleh : Nuzul huda

Aku masih di sini
Kau juga masih di sini
Kita semua masih di sini
Jangan kemana-mana
Rangkul dan peluk ibu pertiwimu dengan kau punya cita.

Ingatlah, kita hanya mengisi
Tapi perjuangan masih panjang
Negri ini sedang terpuruk begitu dalam
Hingga tak tampak sinar kejayaannya
Oh…….begitu bodohkah kita?

Sang Saka berkibar begitu gagah
Ia telah menelan banyak darah untuk dikorbankan
Pertempuran 10 November, Bandung Lautan Api
Medan Area, Serangan Umum 1 Maret
Lupakah perjuangan pahlawanmu duhai generasi muda?
Mereka kini telah lama terbaring
Menanti, hanya bisa menanti
Kapan negri ini bisa bangkit kembali
Akankah pengorbanan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir harus terhenti ketika Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita telah merdeka?

Pikirkanlah, Pertiwi sudah cukup lama tertindas
Lalu apa sekarang?
Negara terkorup nomor wahid di dunia
Kebodohan merajalela
Kemaksiatan diagung-agungkan
Kemiskinan kini tengah merata
inikah bentuk prestasi yang disandang negriku?

Oh……Tuhan marah
Ia hempaskan tsunami di Aceh
Ia porak-porandakan Yogya dengan gempa
Pertiwiku lagi-lagi menangis
Tak bersyukurkah kita dengan kemerdekaan ini?
Begitu banyak yang terjadi dalam kurun waktu 63 tahun
Dan kita hanya bisa menatap?

Hanya itukah?
Tidak!
Bangkit, bangkit Indonesiaku
Kita masih punya harapan
Siapa bilang kita ini bangsa bodoh?
Siapa bilang kita ini bangsa miskin?
Lihatlah, kita ini kaya
Kaya akan sumberdaya
Kaya akan ahklak
Walau hanya segelintir orang yang tengah berusaha sungguh
Kita masih punya harapan

Berdiri dan melangkahlah untuk berjuang
Pertiwimu meyediakan banyak wadah
Tempat kau melahirkan karya
Di sini kita berkumpul dengan semangat membara demi negri tercinta

Merasakan kegelisahannya
Renungan malamku panjang
Dia berkata, “Kami sudah beri kami punya jiwa kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaan mu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan”.
Oh……syair Khairil Anwar menusuk aku punya jiwa
Lalu bagaimana dengan mu duhai sahabat?


Ditulis sekaligus dibawakan saat milad PKS yang ke-10